Dari Panggung Nusantara ke Dunia Profesional, SMK Mega Rezky Cetak Lulusan Siap Bersaing
Suasana penuh semangat dan keharuan menyelimuti SMK
Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar pada Rabu, 17 Juni 2026. Sekolah menengah
kejuruan kesehatan terkemuka di Makassar ini menggelar perhelatan akbar
bertajuk "Gemilang Prestasi Karya Nusantara". Acara ini tidak sekadar
menjadi ajang pameran kreativitas siswa, namun juga dirangkaikan dengan
penamatan resmi para alumni Angkatan 17 tahun 2026.
Puncak kemeriahan acara ditandai dengan penampilan Tari
Nusantara yang dibawakan secara kolosal oleh kurang lebih 100 siswa kelas X.
Penampilan ini memukau seluruh hadirin, termasuk para orang tua dan tamu
undangan, karena berhasil menyatukan keragaman budaya Indonesia dalam satu
panggung yang harmonis.
Tidak hanya kelas X, kreativitas juga ditunjukkan oleh siswa
kelas XI melalui persembahan Paskibraka, seni tari, atraksi silat, dan paduan
suara serta penampilan grup musik band dari para alumni sebagai bentuk
apresiasi pihak sekolah atas dedikasi mereka.
Bapak Drs. Sabirin, M.M., Pengawas Pembina SMK Dinas
Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyatakan kekagumannya
yang luar biasa terhadap penampilan para siswa. Beliau menyebut bahwa kualitas
seni yang ditampilkan setara dengan sekolah kejuruan seni profesional.
"Barusan rasanya saya menyaksikan langsung tarian
kolosal seperti tadi. Tepuk tangan dulu untuk SMK Mega Rezky. Nanti kalau ada
acara-acara di tingkat provinsi bisa saya undang ini ya. Rasanya saya tidak
percaya SMK Kesehatan bisa menampilkan tari kolosal seperti tadi, itu
seharusnya SMK jurusan seni yang menampilkan," ujar Drs. Sabirin dengan
bangga.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Hamran, S.Pd., M.M., KASI
Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan
bahwa melalui penampilan ini, para siswa telah menunjukkan kemampuan kolaborasi
yang sangat baik.
"Tanpa meninggalkan tempat ini, kita sudah diajak
keliling Indonesia melalui tari dan melalui lagu. Tadi kita sudah diajak ke
Aceh, ke Sumatera, ke Kalimantan, ke Sulawesi, apalagi bahkan ke Jawa melalui
persembahan tari dan persembahan lagu. Ini kreatifnya para anak-anak kita
sekarang," ungkap Hamran.
Menjaga Marwah Jas Putih
Di balik kemegahan panggung seni, acara ini membawa pesan
mendalam mengenai tanggung jawab profesi kesehatan. SMK Kesehatan Terpadu Mega
Rezky dikenal sebagai institusi yang fokus dan konsisten pada satu jurusan,
yakni kesehatan, sehingga proses pendidikan dapat dilakukan secara mendalam dan
terarah.
Drs. Sabirin, M.M., menitipkan tiga pesan penting bagi para
lulusan yang akan segera memasuki dunia kerja maupun perguruan tinggi. Beliau
menekankan pentingnya menjaga kehormatan profesi.
"Yang pertama, jagalah marwah jas putih. Perawat atau
analis itu adalah merupakan simbol kepercayaan. Pasien menyerahkan nyawanya ke
tangan kalian. Jaga kompetensi, jaga etika, dan jaga senyumannya. Karena
ternyata senyuman itu bisa menyembuhkan pasien," tegas Sabirin.
Beliau juga mengingatkan agar para alumni tidak pernah
berhenti belajar karena ilmu kesehatan terus berkembang setiap hari. Pesan
terakhirnya adalah untuk selalu membawa nama baik almamater di mana pun mereka
berada.
Link and Match
Kepala Sekolah, Bapak Taufieq, S.Si., M.Pd., Gr., memaparkan
bahwa selama 20 tahun berdiri, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky terus
berkomitmen melakukan pembenahan kualitas demi menghasilkan lulusan yang
kompeten di tingkat nasional maupun global. Visi sekolah yang berlandaskan iman
dan takwa menjadi kompas dalam setiap pengembangan program pendidikan.
Peningkatan kualitas ini dibuktikan dengan pelaksanaan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang terstruktur, mulai dari klinik, puskesmas,
hingga rumah sakit besar. Program Link and Match juga terus diperkuat
untuk memastikan kurikulum sekolah sejalan dengan kebutuhan dunia industri,
seperti laboratorium kesehatan dan perusahaan farmasi.
"Komitmen kami dalam menjaga mutu pendidikan telah
tertuang dalam visi SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar yang menjadi
pedoman dalam pengembangan program sekolah yaitu menjadi sekolah menengah
kejuruan di bidang kesehatan yang terkemuka, unggul dan berkualitas,
berlandaskan iman dan takwa sehingga menghasilkan lulusan yang mampu bersaing
di tingkat nasional maupun global," tutur Taufieq.
Resiliensi dan Harapan di Universitas Hasanuddin
Salah satu momen paling mengharukan dalam acara penamatan
ini adalah testimoni dari Achmad Zaky Al’fikri, siswa kelas XII Keperawatan
yang juga merupakan mantan Ketua OSIS periode 2025-2026. Zaky tidak hanya aktif
berorganisasi, tetapi juga berhasil meraih penghargaan sebagai Best Graduation
dari jurusan Keperawatan.
Perjalanan Zaky selama tiga tahun di SMK bukanlah hal yang
mudah. Ia harus berjuang membagi waktu antara tugas akademik, tanggung jawab
organisasi, dan persoalan pribadi ketika ayahnya harus menjalani operasi di
rumah sakit saat ia sedang menempuh masa-masa akhir sekolah. Namun, dukungan
keluarga dan guru membuatnya tetap bangga dan tangguh.
Kini, Zaky tengah menatap masa depan dengan penuh harapan.
Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur khusus Ketua OSIS di
Universitas Hasanuddin pada program studi Ilmu Keperawatan.
"Alhamdulillah atas support guru, orang tua dan
rekan-rekan dan sahabat, saya juga mendapatkan best graduation dari
jurusan keperawatan. Kebetulan besok adalah permohonan saya untuk lulus di
perguruan tinggi Universitas Hasanuddin. Jadi mohon bantuan dan doanya dan saya
mendaftar di studi ilmu keperawatan," kata Zaky dengan penuh harap.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Hamran, S.Pd., M.M.,
bahwa pendidikan saat ini harus menyiapkan peserta didik dengan karakter dan
adab untuk menghadapi tantangan teknologi dan masa depan yang belum
terprediksi.
Pada Kamis (18/6/2026) Zaky lulus pada jalur Ketua OSIS di
Universitas Hasanuddin dengan mengambil program studi Ilmu Keperawatan. Ia
kembali meneruskan jejak yang ditinggalkan oleh 3 ketua OSIS sebelumnya yang
juga masuk di Universitas Hasanuddin melalui jalur Ketua OSIS.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga dapat
diterima di Universitas Hasanuddin melalui jalur Mandiri Ketua OSIS. Pencapaian
ini merupakan hasil dari kerja keras, doa, dukungan orang tua, guru, serta
pengalaman berorganisasi yang telah membentuk karakter kepemimpinan saya,”
ujarnya.
Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa
keberanian untuk memimpin, bekerja keras, dan tetap konsisten dalam berproses
akan menghasilkan sesuatu yang berharga. Semoga langkah ini menjadi awal untuk
terus berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya berharap OSIS SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky
Makassar ke depannya semakin aktif, kreatif, dan inovatif dalam menghadirkan
program-program yang bermanfaat bagi seluruh siswa,” pungkas Zaky
Doa untuk Masa Depan
Acara Gemilang Prestasi Karya Nusantara ditutup dengan
suasana penuh kehangatan dan doa restu dari para guru kepada para alumni. Pihak
sekolah secara resmi mengembalikan para siswa kepada orang tua mereka dalam
keadaan terampil dan siap kerja setelah tiga tahun ditempa.
Sebagai penutup yang manis, Drs. Sabirin, M.M., memberikan
sebuah pantun sebagai bentuk apresiasi bagi para lulusan melalui sebuah pantun.
"Belum bunga melati di tepi kali. Mekar indah harum
yang murni. Jadilah alumni yang peduli. Mengabdi bangsa dengan hati
nurani," ucapnya sembari diiringi oleh tepuk tangan meriah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa SMK Kesehatan Terpadu
Mega Rezky Makassar tetap eksis dan unggul di tengah persaingan lembaga
pendidikan, berkat fokus pada kualitas, kedisiplinan, dan pengembangan karakter
anak didik yang berkesinambungan.