Fri, 19 Jun 2026
Warta / Redaksi / Jun 19, 2026

Dari Panggung Nusantara ke Dunia Profesional, SMK Mega Rezky Cetak Lulusan Siap Bersaing

Suasana penuh semangat dan keharuan menyelimuti SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar pada Rabu, 17 Juni 2026. Sekolah menengah kejuruan kesehatan terkemuka di Makassar ini menggelar perhelatan akbar bertajuk "Gemilang Prestasi Karya Nusantara". Acara ini tidak sekadar menjadi ajang pameran kreativitas siswa, namun juga dirangkaikan dengan penamatan resmi para alumni Angkatan 17 tahun 2026.

Puncak kemeriahan acara ditandai dengan penampilan Tari Nusantara yang dibawakan secara kolosal oleh kurang lebih 100 siswa kelas X. Penampilan ini memukau seluruh hadirin, termasuk para orang tua dan tamu undangan, karena berhasil menyatukan keragaman budaya Indonesia dalam satu panggung yang harmonis.

Tidak hanya kelas X, kreativitas juga ditunjukkan oleh siswa kelas XI melalui persembahan Paskibraka, seni tari, atraksi silat, dan paduan suara serta penampilan grup musik band dari para alumni sebagai bentuk apresiasi pihak sekolah atas dedikasi mereka.

Bapak Drs. Sabirin, M.M., Pengawas Pembina SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyatakan kekagumannya yang luar biasa terhadap penampilan para siswa. Beliau menyebut bahwa kualitas seni yang ditampilkan setara dengan sekolah kejuruan seni profesional.

"Barusan rasanya saya menyaksikan langsung tarian kolosal seperti tadi. Tepuk tangan dulu untuk SMK Mega Rezky. Nanti kalau ada acara-acara di tingkat provinsi bisa saya undang ini ya. Rasanya saya tidak percaya SMK Kesehatan bisa menampilkan tari kolosal seperti tadi, itu seharusnya SMK jurusan seni yang menampilkan," ujar Drs. Sabirin dengan bangga.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Hamran, S.Pd., M.M., KASI Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa melalui penampilan ini, para siswa telah menunjukkan kemampuan kolaborasi yang sangat baik.

"Tanpa meninggalkan tempat ini, kita sudah diajak keliling Indonesia melalui tari dan melalui lagu. Tadi kita sudah diajak ke Aceh, ke Sumatera, ke Kalimantan, ke Sulawesi, apalagi bahkan ke Jawa melalui persembahan tari dan persembahan lagu. Ini kreatifnya para anak-anak kita sekarang," ungkap Hamran.

Menjaga Marwah Jas Putih

Di balik kemegahan panggung seni, acara ini membawa pesan mendalam mengenai tanggung jawab profesi kesehatan. SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky dikenal sebagai institusi yang fokus dan konsisten pada satu jurusan, yakni kesehatan, sehingga proses pendidikan dapat dilakukan secara mendalam dan terarah.

Drs. Sabirin, M.M., menitipkan tiga pesan penting bagi para lulusan yang akan segera memasuki dunia kerja maupun perguruan tinggi. Beliau menekankan pentingnya menjaga kehormatan profesi.

"Yang pertama, jagalah marwah jas putih. Perawat atau analis itu adalah merupakan simbol kepercayaan. Pasien menyerahkan nyawanya ke tangan kalian. Jaga kompetensi, jaga etika, dan jaga senyumannya. Karena ternyata senyuman itu bisa menyembuhkan pasien," tegas Sabirin.

Beliau juga mengingatkan agar para alumni tidak pernah berhenti belajar karena ilmu kesehatan terus berkembang setiap hari. Pesan terakhirnya adalah untuk selalu membawa nama baik almamater di mana pun mereka berada.

Link and Match

Kepala Sekolah, Bapak Taufieq, S.Si., M.Pd., Gr., memaparkan bahwa selama 20 tahun berdiri, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky terus berkomitmen melakukan pembenahan kualitas demi menghasilkan lulusan yang kompeten di tingkat nasional maupun global. Visi sekolah yang berlandaskan iman dan takwa menjadi kompas dalam setiap pengembangan program pendidikan.

Peningkatan kualitas ini dibuktikan dengan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang terstruktur, mulai dari klinik, puskesmas, hingga rumah sakit besar. Program Link and Match juga terus diperkuat untuk memastikan kurikulum sekolah sejalan dengan kebutuhan dunia industri, seperti laboratorium kesehatan dan perusahaan farmasi.

"Komitmen kami dalam menjaga mutu pendidikan telah tertuang dalam visi SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar yang menjadi pedoman dalam pengembangan program sekolah yaitu menjadi sekolah menengah kejuruan di bidang kesehatan yang terkemuka, unggul dan berkualitas, berlandaskan iman dan takwa sehingga menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," tutur Taufieq.

Resiliensi dan Harapan di Universitas Hasanuddin

Salah satu momen paling mengharukan dalam acara penamatan ini adalah testimoni dari Achmad Zaky Al’fikri, siswa kelas XII Keperawatan yang juga merupakan mantan Ketua OSIS periode 2025-2026. Zaky tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga berhasil meraih penghargaan sebagai Best Graduation dari jurusan Keperawatan.

Perjalanan Zaky selama tiga tahun di SMK bukanlah hal yang mudah. Ia harus berjuang membagi waktu antara tugas akademik, tanggung jawab organisasi, dan persoalan pribadi ketika ayahnya harus menjalani operasi di rumah sakit saat ia sedang menempuh masa-masa akhir sekolah. Namun, dukungan keluarga dan guru membuatnya tetap bangga dan tangguh.

Kini, Zaky tengah menatap masa depan dengan penuh harapan. Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur khusus Ketua OSIS di Universitas Hasanuddin pada program studi Ilmu Keperawatan.

"Alhamdulillah atas support guru, orang tua dan rekan-rekan dan sahabat, saya juga mendapatkan best graduation dari jurusan keperawatan. Kebetulan besok adalah permohonan saya untuk lulus di perguruan tinggi Universitas Hasanuddin. Jadi mohon bantuan dan doanya dan saya mendaftar di studi ilmu keperawatan," kata Zaky dengan penuh harap.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Bapak Hamran, S.Pd., M.M., bahwa pendidikan saat ini harus menyiapkan peserta didik dengan karakter dan adab untuk menghadapi tantangan teknologi dan masa depan yang belum terprediksi.

Pada Kamis (18/6/2026) Zaky lulus pada jalur Ketua OSIS di Universitas Hasanuddin dengan mengambil program studi Ilmu Keperawatan. Ia kembali meneruskan jejak yang ditinggalkan oleh 3 ketua OSIS sebelumnya yang juga masuk di Universitas Hasanuddin melalui jalur Ketua OSIS.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga dapat diterima di Universitas Hasanuddin melalui jalur Mandiri Ketua OSIS. Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, doa, dukungan orang tua, guru, serta pengalaman berorganisasi yang telah membentuk karakter kepemimpinan saya,” ujarnya.

Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa keberanian untuk memimpin, bekerja keras, dan tetap konsisten dalam berproses akan menghasilkan sesuatu yang berharga. Semoga langkah ini menjadi awal untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Saya berharap OSIS SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar ke depannya semakin aktif, kreatif, dan inovatif dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi seluruh siswa,” pungkas Zaky

Doa untuk Masa Depan

Acara Gemilang Prestasi Karya Nusantara ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan doa restu dari para guru kepada para alumni. Pihak sekolah secara resmi mengembalikan para siswa kepada orang tua mereka dalam keadaan terampil dan siap kerja setelah tiga tahun ditempa.

Sebagai penutup yang manis, Drs. Sabirin, M.M., memberikan sebuah pantun sebagai bentuk apresiasi bagi para lulusan melalui sebuah pantun.

"Belum bunga melati di tepi kali. Mekar indah harum yang murni. Jadilah alumni yang peduli. Mengabdi bangsa dengan hati nurani," ucapnya sembari diiringi oleh tepuk tangan meriah.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar tetap eksis dan unggul di tengah persaingan lembaga pendidikan, berkat fokus pada kualitas, kedisiplinan, dan pengembangan karakter anak didik yang berkesinambungan. 

Pronesiata

Kami percaya jika semua tulisan layak untuk dibagikan. Tak perlu harus sempurna! Media ini ruang bagi semua yang memiliki karya tulisan.

© pronesiata.id. All Rights Reserved.